Postingan

Cerpen 6

Nostalgia Oleh: Fin Malam itu, bulan menampakkan fase matinya. Langgar kecil berwarna putih diramaikan oleh anak-anak yang sejak maghrib tadi merconan di halaman depannya. "Wuzz keren, mercon apa itu kok bisa muter-muter gitu?" Fia yang jarang keluar rumah terkagum-kagum melihat mercon milik teman-temannya yang sudah dinyalakan. "Huh dasar, cewek tau apaan tentang mercon! Ini nih mercon gasing." Ledek Fikri. "Eh apa bawa-bawa cewek?! Aku punya mercon capung sama kupu-kupu." Timpal Novi. "Itu sih bukan mercon, itu cuma kembang api, ini nih baru mercon!" Fikri membanting salah satu mercon dari saku celananya, sehingga mercon itu meledak dan cewek-cewek spontan berteriak kaget. Fina mengintip dengan mata besarnya yang bersinar-sinar dari balik badan kakaknya. "Waw... keren, ayo Mbak Fia kita beli yang kayak gitu!" Fina yang masih TK membujuk kakaknya. "Lo! Kan kamu sudah punya mercon kretek!" Kata ...

Cerpen 5

Senja Kala Itu Oleh: Fin Seperti senja-senja sebelumnya, kami berkumpul di meja makan sederhana yang terbuat dari kayu randu. Bapak, Ibu, dan Aku. Walaupun Bapak bekerja, beliau akan menyempatkan waktunya untuk makan dan berbincang bersama keluarganya. "Riza, habis makan nanti belajar ya...!" Kata Ibu padaku. "Untuk apa Bu belajar?" Aku segera membungkam mulutku dengan telapak tangan kananku, karena kalimat itu terlontar begitu saja tanpa niatan. "Eh?" Ibu tercengang, sedangkan Bapak hanya tersenyum kecil. Bukan, bukannya aku menyepelekan tentang belajar, hanya saja akhir-akhir ini aku sendiri bahkan baru sadar bahwa aku tidak tahu untuk apa aku belajar. Walaupun aku belajar lebih giat dibanding teman sekelasku, namun tetap saja nilaiku lebih rendah dibanding mereka. Aku tahu, beberapa dari mereka melakukan kecurangan seperti menyontek, membuat catatan kecil, browsing di internet dan kecurangan lainnya yang membuat persaingan di ke...

Riddle 4

Tuyul? Oleh: Fin Sore itu, aku dan kakakku pergi ke rumah saudara sepupuku yang baru saja pindah rumah. Rumahnya berada di daerah pedesaan yang masih jarang penduduk. Desa itu dikelilingi oleh hutan bambu( barongan ) sehingga, tak jarang orang mengira bahwa tidak ada desa disitu. Aku dan kakakku pergi naik sepeda motor, kami berangkat pukul 17.00 dan sampai disana pukul 18.00 tepat setelah maghrib. "Ayo cepet masuk! Nggak baik ada diluar waktu maghrib-maghrib." Kata kakak sepupuku sewaktu kami datang. "Kenapa emangnya?" Tanya kakakku. "Katanya banyak tuyul disini." Jawab kakak sepupuku. Aku langsung memegangi kepalaku yang baru saja digundul karena melanggar peraturan sehingga menyerupai kepala tuyul. "Nggak...nggak... Bukan kamu." Kakak sepupuku melambai-lambaikan tangannya. "Hmm." Aku menghela napas. "Kayaknya nggak mungkin deh ada tuyul, kan sekarang udah jaman modern." Sahut kakakku. Wal...

Riddle 3

Apartemen Oleh:ALU     Kring...kring...kring... Suara telepon yang ada dikamarku berdering, membangunkanku yang tengah tertidur lelap. Jam digital menunjukkan pukul 23.11. Aku berjalan malas ke arah telepon yang masih berdering tersebut, sambil menebak-nebak siapakah dan ada perlu apakah hingga menelpon tengah malam begini. "Halo, siapa ya?" Tanyaku. "Aduh nak, anak saya hilang." Jawab suara perempuan dari seberang. Perempuan tersebut adalah pemilik apartemen berlantai tiga yang kutinggali. "Hilang bagaimana bu?" "Dia tidak ada dilantai kedua, tempat saya sekeluarga tinggal. Terus kata satpam yang berjaga di lantai pertama juga nggak ada. Kan kamu di lantai ketiga, apa dia ada disana?" Ibu itu menjelaskan dengan sesenggukan. "Saya belum tahu, biar saya cari dulu bu, tenang bu nggak usah berpikir aneh-aneh." Hiburku.     Setelah menutup telepon aku lalu bergegas mencari anak pemilik apartemen ini. Di setiap lantai aparte...

Riddle 2

                        Hotel Angker? (2)                                Oleh: ALU     Malam itu pukul 23.40, kami bermain UNO di bangku pinggir kolam renang. Angin malam berhembus perlahan menimbulkan suara gemerisik daun pohon-pohon yang ada di belakang kami. Cahaya lampu yang dipasang di setiap sudut kolam renang, dipantulkan kembali oleh air yang tenang. Jujur saja, mungkin aku sudah ketakutan jika hanya aku, Rara, Lila, dan Ana yang ada disini, karena tempat ini cukup luas dan menurutku cocok untuk shooting adegan horor. Untungnya, ada beberapa orang disini, yang di bangku sebelah ada teman-teman sekolah kami yang sedang asyik berfoto, sedangkan di bangku bagian pojok ada beberapa orang yang merokok karena di hotel ini dilarang merokok di dalam ruangan. Karena efek angin, jadi asap rokok mereka terbawa hingga bangku kami. Kar...

Riddle 1

                                                                      Hotel Angker?                                                                             Oleh: ALU Saat study tour   ke Jogjakarta, kami menginap di sebuah hotel yang menurut kakak kelas merupakan hotel angker, karena t...

Cerpen 3

                                                           Predestined                  Oleh: ALU   Seorang laki-laki dengan panah yang dislempangkannya di punggung, berdiri di tebing sambil menengadah ke langit yang bertabur bintang. Angin malam yang lembut memainkan rambut birunya yang sedikit panjang. Ia menghela nafas panjang, luka yang ia alami bukannya terobati seiring berjalannya waktu, luka itu justru menganga lebar. "Master Zaffre!" Panggil laki-laki berambut coklat. "Sudah kubilang, tidak usah memanggilku 'master' , ada apa?" Jawab laki-laki berambut biru, Zaffre. "Sepertinya sudah waktunya." "Baiklah, aku ...