Riddle 3

Apartemen
Oleh:ALU
    Kring...kring...kring... Suara telepon yang ada dikamarku berdering, membangunkanku yang tengah tertidur lelap. Jam digital menunjukkan pukul 23.11. Aku berjalan malas ke arah telepon yang masih berdering tersebut, sambil menebak-nebak siapakah dan ada perlu apakah hingga menelpon tengah malam begini.
"Halo, siapa ya?" Tanyaku.
"Aduh nak, anak saya hilang." Jawab suara perempuan dari seberang. Perempuan tersebut adalah pemilik apartemen berlantai tiga yang kutinggali.
"Hilang bagaimana bu?"
"Dia tidak ada dilantai kedua, tempat saya sekeluarga tinggal. Terus kata satpam yang berjaga di lantai pertama juga nggak ada. Kan kamu di lantai ketiga, apa dia ada disana?" Ibu itu menjelaskan dengan sesenggukan.
"Saya belum tahu, biar saya cari dulu bu, tenang bu nggak usah berpikir aneh-aneh." Hiburku.
    Setelah menutup telepon aku lalu bergegas mencari anak pemilik apartemen ini. Di setiap lantai apartemen ada 4 kamar.Dan di lantai ketiga kamar yang dihuni ada 2, sisanya kosong.  Aku memulai mencari dari kamar sebelah yang ditinggali teman kerjaku.
"Permisi, Bon!" Panggilku.
"Oh Sabil, ada perlu apa?" Jawabnya saat membuka pintu sambil mengucek matanya.
"Anak  pemilik apartemen  ada disini nggak?" Tanyaku.
"Enggak tuh, emangnya kenapa?" Bon balik bertanya.
"Dia hilang nih, bantu cari dong, kamu yang kamar itu aku yang kamar satunya." Aku menunjuk kamar yang didepan kami.
    Aku mencari di kamar didepan kamarku, dulunya kamar ini ada pemiliknya. Tapi entah kenapa sekarang kosong, namun barangnya masih ada disini. Ada sebuah kaca besar yang menyambutku saat membuka pintu. Aku melihat pantulan diriku di cermin itu dengan jelas, rambut yang acak-acakan dan menggunakan baju piyama dengan kelopak mata tertutup lalu berkedip-kedip, aku baru sadar kalau aku terlihat sangat konyol. Aku lalu melanjutkan mencari anak itu sambil senyam-senyum sendiri mengingat tampilan konyolku, dan hasilnya nihil, anak tersebut tidak ada di kamar itu. Aku lalu keluar dari kamar itu.
"Gimana Bon, ada?" Tanyaku.
"Nggak ada loo..." Jawabnya.
"Huft...ya udah deh makasih, kamu balik ke kamarmu aja deh." Kataku.
Aku lalu berikir lagi, 'tidak ada di lantai satu, dua dan tiga padahal ruangannya terkunci.'
"Ah bodohnya aku, kan aku pernah membaca riddle seperti ini!" Seruku sambil berlari ke lantai bawah melewati tangga.
    Sesampainya di tangga antara lantai satu dan dua, aku menemukan anak tersebut bermain dengan kucing. Pantas saja dia tidak ketemu, karena posisinya sedang jongkok sehingga jika dilihat dari lantai dua dan tiga tidak terlihat. Aku lalu memberitahu ibu pemilik apartemen dimana anaknya berada. Sang ibu sangat berterimakasih padaku, aku sangat senang.
    Setelah itu aku menaiki tangga untuk kembali ke kamarku. Namun, pada lantai kedua aku teringat sesuatu. Aku lalu berbalik dan berlari menuju luar apartemen(setelah pintu dibukakan Pak Satpam), setidaknya aku akan diluar hingga pagi datang.

apa yang menyebabkan Si Aku ingin ke luar apartemen?

Komentar

  1. Answer Riddle 3:
    Waktu 'aku' masuk ke kamar kosong, 'aku' lihat pantulan dirinya dengan kelopak mata tertutup dan berkedip-kedip, padahal kan kalau kita ngaca pasti nggak bisa lah lihat kalau matanya tertutup...

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Resensi Buku "Things Left Behind (Hal-Hal yang Kita Pelajari dari Mereka yang Telah Tiada)"