Resensi Novel "Pak Tua yang Membaca Kisah Cinta"
Oleh: Fin
Setelah membaca novel “Kenang-Kenangan Mengejutkan Si Beruang Kutub” karya Claudio Orrego Vicuña, saya mendapatkan rekomendasi dari teman kakak mengenai karya dengan nuansa yang mirip, yakni novel-novel karya Luis Sepúlveda. Karena di perpustakaan pusat kampus tidak ada, maka saya membeli secara online di marketplace. Buku tersebut datang pada 18 Juni 2022, daripada KEPO langsung saja ke resensinyaa
1
Identitas
Judul:
Pak Tua yang Membaca Kisah Cinta
Penulis:
Luis Sepúlveda
Penerjemah:
Ronny Agustinus
Jumlah
Halaman: 133 halaman
Ukuran:
12 x 19 cm
Penerbit:
Marjin Kiri
Tahun
Terbit: 2017
2
Sinopsis
Di
desa kecil di tengah rimba raya Ekuador, Antonio José Bolỉvar, seorang kakek
tua menyepi mencari kedamaian ditemani novel-novel cinta picisan yang
didapatnya dari Dr. Rubicundo Loachamin, dokter gigi yang mengunjungi El Idino
setahun dua kali. Namun kedamaiannya tidak berlangsung lama sejak “peradaban”
terus merangsek masuk menembus hutan. Ladang minyak, tambang emas, perburuan
liar, dan keserakahan manusia yang lain. Alam pun membalas dendam lewat seekor
macan kumbang. Seisi desa terancam, dan Antonio tahu bahwa hanya dia yang mampu
menghadapi hewan tersebut.
3
Kepengarangan
Luis
Sepúlveda (1949) merupakan salah satu penulis Cile, di mana
karya-karyanya (fiksi, non-fiksi dan buku anak-anak) telah diterjemahkan lebih
dari 40 bahasa. Ia aktif berpolitik sejak muda dan pernah dipenjara oleh rezim
militer Pinochet akibat aktivitasnya dalam gerakan mahasiwa, lalu diasingkan
keluar dari Cile pada usia 26 tahun. Di tengah aktivitas sosial-politik, ia
terus menulis dan menyabet berbagai penghargaan sastra dari banyak negara. Luis
Sepủlveda meninggal dunia pada 16 April 2020 akibat Covid-19.
Novel
ini diperuntukkan Miguel Tzenke, pemimpin serikat suku Shuar dari Sumbi di hulu
sungai Nangaritza, di mana segi-segi asing dunia hijau di tanah Ekuador yang
diceritakannya menginspirasi Luis Sepúlveda menciptakan kisah ini.
4
Kelebihan
Walaupun novel ini singkat, namun penokohannya
sangat kuat, pembaca seolah-olah mengenal Antonio secara langsung dari
deskripsi, dialog dan tindakannya serta beberapa flashback. Tema dan
latar yang dipilih juga anti-mainstream sehingga membawa kesan baru dan dapat
menambah informasi atau gambaran bagaimana kehidupan di hutan Amazon, apalagi
novel tersebut dikemas dalam sudut pandang orang ketiga serba tahu.
Nilai-nilai
yang diangkat juga bagus, seperti bagaimana orang Shuar hidup berdampingan
dengan alam, keserakahan manusia akan berakibat buruk, baik bagi dirinya
sendiri atau yang di sekitarnya.
5
Kekurangan
Gaya bahasa yang digunakan Luis
Sepúlveda menurut saya cukup sulit, mungkin karena kurang fokus, seperti pada Bab
1 saat dokter gigi menangani pasiennya butuh sekitar 4 kali saya baca ulang
hingga paham dan dapat membayangkan apa yang terjadi dari deskripsi yang
ditulis. Namun, setelah beradaptasi dengan gaya bahasanya, novel tersebut memang diceritakan secara detail namun tidak bertele-tele. Selain itu mungkin perlu ditulis
peringatan minimal umur membaca karena ada beberapa bagian (kisah cinta yang
Antonio baca, dll) yang kurang sesuai jika dibaca usia 17 tahun ke bawah.

Komentar
Posting Komentar