Riddle 10

Tetangga Baru?
Oleh: Fin
"Oiya, jendela samping gudang tadi belum kututup." Aku menuju gudang yang letaknya di bagian belakang bangunan ini. Sebenarnya fungsi gudang ini hanya untuk menyimpan alat bersih-bersih dan tempat tangga yang menghubungkan lantai ini dengan lantai atas,  jarang sekali bukan tangga penghubung seperti ini malah diletakkan didalam ruangan, sungguh penataan yang aneh, saat pertama bekerja dulu aku bahkan tidak tahu ada tangga penghubung, karena letaknya tersembunyi dan gelap membuat gudang itu terasa singup. Tik...tik...tik... Suara detik jam dinding yang menunjukkan pukul 21.54 menggema ke seluruh bangunan yang hanya tinggal aku seorang. Jendela besar berkusen coklat pudar itu dipasang terali, agar tidak gampang kemalingan dan sirkulasi udara tetap terjaga, katanya. Penerangan disini sangat minim, karena jendela itu menghadap ke samping bangunan, tepatnya ke ruko samping, ditambah lagi, pemilik bangunan ini hanya menempatkan dua lampu besar, untuk di bagian depan dan tengah. 
   Angin semilir menerobos lewat kisi-kisi, aku menelan ludah dengan berat. Walaupun aku sudah bekerja di sini cukup lama, tapi aku benar-benar tidak suka melakukan pekerjaan yang satu ini. Aku lalu menarik  penutup jendela yang terbuat dari kayu dengan warna yang tak kalah kusamnya dengan si kusen. Belum sempat tertutup sempurna, pergelangan tanganku disentuh tangan dingin yang pucat.
"Waw!" Aku berteriak, oh tidak, teryata tadi hanya khayalanku saja, aku hanya menyenggol terali besi yang dingin, itu saja. Maklum aku adalah penderita paranoid parah, dan masalahnya, satu minggu yang lalu aku menonton film hantu bersama dengan teman kerjaku dari laptopnya, masalahnya lagi, aku tidak tahu endingnya, aku tipe orang yang selalu kepikiran dan ketakutan jika tidak tahu endingnya.
   Aku lalu berlari ke depan dimana penerangnya lebih 'ramah jantung'. Setelah mengambil beberapa napas, aku kembali ke samping gudang dan menutup jendela dengan cepat. Klik! Suara jendelanya sudah terkunci, aku lalu kembali ke depan untuk mengemasi barang-barangku. Setelah menutup folding gate dan memastikannya telah terkunci, aku lalu berjalan ke tempat motorku terparkir yang ada di antara bangunan ini dan ruko tetangga. Oiya ngomong-ngomong soal tetangga, dulunya ruko sebelah itu kosong belasan tahun, walaupun ruko itu sangat besar dan harga yang ditawarkan cukup murah, tapi ruko itu tidak laku-laku, rumornya ruko itu pernah jadi tempat pembunuhan, dimana pemilik ruko dibunuh oleh anaknya sendiri yang masih SD, kata pemilik ruko tempatku bekerja. Hii ngeri! Tapi sekarang tidak perlu takut lagi, karena tepatnya tiga hari yang lalu, ruko itu dibeli perempuan yang katanya berkuliah di sekitar sini, dan menjadikan ruko itu tempat tinggalnya. Sebenarnya sayang jika ruko itu tidak dimanfaatkan untuk berjualan, tapi mau bagaimana lagi, toh juga masih kuliah. 
*******
   Tadi siang aku sempat bertemu dengan tetangga baru itu. Sayangnya pemilik ruko tempat kerjaku tidak tahu kalau ada tetangga baru, kalau tahu ia pasti sangat lega dan bahagia, karena bisa bebas dari ketakutan dan kegelisahan bertetangga dengan ruko tempat pembunuhan temannya dulu.
"Maaf, sprei saya jatuh ke atas." Katanya waktu itu, yang membuatku sangat bingung, jatuh ya ke bawah dong! Melihat ada kebingungan dalam wajahku perempuan itu melanjutkan, "Maksud saya jatuh ke atas bangunan milik anda."
"Oo begitu, ya ya saya paham." Jawabku, tapi saat itu pembeli sedang ramai-ramainya, sehingga perempuan tadi tidak terlalu kuhiraukan.
"Maaf, apa boleh saya ambil?" Tanyanya lagi.
"Oiya silakan." Jawabku sambil terus melayani pembeli(ya ampun, aku sampai tidak mempersilakan perempuan itu).
"Terimakasih, oiya saya tetangga baru anda." Katanya tidak lama kemudian, sambil membawa sprei berwarna biru.
"Oiya, senang berkenalan dengan anda, maaf tadi tidak saya hiraukan, pembeli sedang ramai sih."
"Tidak masalah." Katanya sambil tertawa, sepertinya orang ini ramah, batinku.
*******
   Jam menunjukkan pukul 22.03. Ya ampun, bagaimana aku baru sadar sekarang? Aku harus buru-buru meninggalkan tempat ini. Aku lalu mengendarai motorku dengan ngebut, sesampainya di rumahku, aku menulis surat pengunduran diri.



Jadi kenapa si 'aku' menulis surat pengunduran diri?

Komentar

  1. Answer Riddle 10:
    Itu kan kejadian belasan tahun yang lalu, dan si Anak masih SD, jadi kalau sekarang kira-kira sudah...KULIAH! Dan penghuni ruko sebelah adalah... Si penghuni sebelah itu emang sengaja datang waktu pemilik ruko nggak ada disitu(kalau ada disitu, bisa ketahuan dong:v), untung si Aku nya agak pintar...

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Resensi Buku "Things Left Behind (Hal-Hal yang Kita Pelajari dari Mereka yang Telah Tiada)"