Resensi Buku "Andai Sel-Sel dalam Tubuhmu Berbicara"

 Oleh: Fin

Utas kesehatan dari akun X (ex Twitter) @afrkml sering muncul di beranda saya, setelah membaca dan menyadari bahwa itu penting, saya menyimpan di markah sampai menumpuk. Hingga suatu hari saya menemukan postingan salah satu folowwer ners Rizal Do yang membagikan foto buku “Andai Sel-Sel dalam Tubuhmu Berbicara” (sebellumnya tidak tahu kalau sudah dibukukan). Akhirnya ketika uang terkumpul, saya lalu membeli di Togamas (mencari diskon:v ) dan buku ini pun saya dapatkan di bulan September 2023, namun baru saya tamatkan tanggal 17 November 2024 karena untuk membacanya harus sesuai urutan tbr.



1 Identitas

Judul: Andai Sel-Sel dalam Tubuhmu Berbicara

Penulis: Rizal Do

Jumlah Halaman: ±285 halaman

Ukuran: 23,5 x 15,5 cm

Penerbit: Penerbit Bentang

Tahun Terbit: 2023 (cetakan kelima)

2 Sinopsis

Rizal Do, menjelaskan kinerja tubuh dalam menghadapi berbagai tantangan penyakit lewat kisah kocak, heroik, bahkan pilu tentang perjuangan para sel. Kisah ini menyentil dan menampar, tetapi sangat berharga untuk investasi kesehatan di masa mendatang. Buku ini menantang kita untuk lebih mengenal diri dan mencintai tubuh dengan pola hidup sehat. Buku ini memiliki 3 bagian yakni: Ketika Tubuh Berdialog (Bab 1 – Bab 15), Perawatan Kesehatan Keluarga (Bab 16 – Bab 26) dan Pertolongan Pertama (Bab 27 – Bab 44).

3 Kepengarangan

Rizal Do merupakan seorang ners (sebuah gelar profesi perawat) dan praktisi healthy lifestyle yang saat ini bekerja sebagai Nursing Editor di sebuah penerbit buku kedokteran di Jakarta. Selain fokus menjadi editor textbook keperawatan bagi klinisi dan akademisi perawat, ia konsisten membagikan ilmunya dalam bentuk narasi bercerita di platform X (ex Twitter) dengan gaya bahasa yang mudah diikuti. Buku pertamanya ini merupakan kumpulan tulisan kesehatan sejak 2019-2021 yang ditulis ulang dengan konten yang lebih padat dibanding versi tulisan media sosial.

4 Kelebihan

            Gaya bahasa yang digunakan sangat mudah dipahami, asyik namun analogi dan penyederhanaan kompleksitas sistem tubuh juga cara kerjanya tetav ditulis sesuai fakta dan rujukan referensi ilmiah. Buku ini juga dilengkapi glosarium definisi istilah-istilah krusial yang tidak bisa disederhanakan (tetap pada penyebutan semestinya). Selain itu ternyata juga dimuat pengetahuan-pengetahuan perawatan kesehatan keluarga dan pertolongan pertama yang menurut saya sangat urgent dan setiap orang membutuhkan pengetahuan dasar seperti itu. Pada buku ini juga dilengkapi ilustrasi yang mendukung sehingga pembaca dapat lebih mudah membayangkan mekanisme tubuh dan mempraktekkan pertolongan pertama.

5 Kekurangan

            Secara keseluruhan buku ini bagus serta sangat membantu untuk mengetahui cara pertolongan pertama yang benar dan membedakannya dengan mitos di masyarakat. Hanya saja menurut saya untuk bagian “Ketika Tubuh Berdialog” masih kurang banyak babnya, mengingat judul buku ini “Andai Sel-Sel dalam Tubuhmu Berbicara”. Mungkin untuk selanjutnya dapat diberi tambahan bab di bagian tersebut atau membuat seri kedua dari buku inii. Selain itu untuk bagian menurut saya akan lebih baik jika dibuat flashcard/mini book, karena untuk orang awam seperti saya yang tidak bisa langsung hafal dengan sekali baca, sehingga saya pernah ketika menghadapi tersedak masih bingung mencari di daftar isi (yaa memang aku saja yang gobes). Mungkin bagi pembaca juga akan lebih baik lagi apabila membaca tidak hanya sekali dan sering mengingatnya, agar ketika bertemu dengan kejadian, tidak bingung.

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Resensi Buku "Things Left Behind (Hal-Hal yang Kita Pelajari dari Mereka yang Telah Tiada)"