Riddle 9


Teman Lamaku
Oleh: Fin
Wabah corona menyebar dengan cepat ke seluruh pelosok dunia, termasuk ke daerahku tentunya. Di kompleks sebelah, bahkan telah ada warga yang terjangkit lalu meninggal. Pemerintah setempat memerintahkan agar dilakukan lock down dan menjaga jarak antar orang, bahkan nara pidana yang ditangkap polisi dengan susah payah-pun dibebaskan untuk memperkecil risiko penularan wabah ini.
Aku aslinya ingin pulang kampung bertemu ayah dan ibu yang jauh dariku karena aku harus menyelesaikan kuliahku di daerah ini, tapi karena di daerahku termasuk zona merah, jadi aku mengurungkan niatku, takutnya aku pulang kampung malah membawa penyakit ke orangtuaku yang daya tahan tubuhnya lemah. Aku yang tinggal sendiri di apartemen yang kecil ini berinisiatif untuk mengganti password apartemenku dengan kombinasi yang sulit, jaga-jaga kalau misalnya ada nara pidana yang ada di sekitar apartemenku dan tentunya agar menyulitkanku keluar-masuk(biar nggak sering keluar gitu lho...). Selain kombinasinya sulit, password ini sulit sekali dihafal, aku sampai menuliskannya di smartphone ku dan menyimpannya aplikasi note yang tersambung ke akun emailku, mungkin hanya Tuhan yang tahu dan hafal password tersebut, wkwk.
Masa karantina ini sangat membosankan bagiku, karena kuliah-pun hanya dilakukan dua kali dalam seminggu dan online, selain kuliah apa lagi yang bisa mengisi waktu luangku, memasak? Tidak mungkin, aku bahkan pernah menggosongkan kerupuk yang katanya paling mudah cara menggorengnya. Membaca buku? Sudah, tapi buku yang menarik minatku hanya sedikit, kalau dikumpulkan pun koleksiku mungkin hanya tiga laci, aku bahkan telah mencari pdf buku yang menurutku menarik untuk dibaca, tapi aku tidak menemukan dan hanya menemukan judul yang sudah pernah aku baca. Aku bosan sekali, setelah bangun pagi, aku gosok gigi, cuci muka, tak mandi heh kayak lagu yang di kartun aja, tapi ini beneran bosan sekali, kalau dulu aku rebahan karena capek, sekarang aku rebahan sampai capek.
Suatu siang, setelah tidur siang aku bangun lalu menuju ke dapur, akan memasak mie instan yang menurutku rasanya paling enak sedunia dan makanan yang bisa aku masak tanpa gagal, tapi saat aku mau menyobek pembungkusnya, ada suara televisi dari ruang depan yang tadi sudah yakin aku matikan. Aku pun pergi ke ruang depan, oh ini sebuah kejutan, teman SMA ku duduk di sofa depan televisi.
"Hai." Sapanya sambil tersenyum.
"Ya ampun, kamu kok nggak bilang bilang sih kalau mau kesini."
"Surprise!!"
"Kita udah nggak ketemu berapa tahun ya, satu, dua, lima! Lima tahun kita nggak pernah ketemu."
"Iya nih hehe."
"Kamu mau minum apa? Teh atau kopi?"
"Nggak usah repot-repot, aku cuma sebentar kok disini, air putih aja deh kalau boleh."
"Oke deh, lagian gulaku juga tinggal sedikit, oiya btw aku mau masakin mie instan, aku kedapur dulu ya, kamu nonton TV aja dulu."
"Okedeh."
Aku pun berjalan ke dapur sambil bersenandung, ya ampun ini sungguh kejutan tak terduga, teman SMA ku yang tidak pernah bertemu selama lima tahun mengunjungiku. Tapi tetap saja aku tidak bisa masak, seandainya aku bisa masak pasti dia akan kumasakkan yang enak-enak. Aku lalu mengambil satu lagi mie instan di kardus, tiba-tiba keringat dingin keluar dari punggungku.

Komentar

  1. Answer Riddle 9:
    Kan password apartemennya sudah diganti dengan kata yang 'aku' sendiri aja sampe nggak hafal, tapi kok temennya tiba-tiba ada di ruang tamu padahal pintunya kekunci?
    Emang ceroboh sih si Aku, kok nyimpen passwordnya di note yang kesambung ke email, kan jadi...

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Resensi Buku "Things Left Behind (Hal-Hal yang Kita Pelajari dari Mereka yang Telah Tiada)"