Riddle 8



Saudara Nenek

Oleh: Fin

            Akhir-akhir ini nenekku sering bertingkah aneh. Nenekku yang suaminya sudah meninggal, sering ketakutan dan mudah kaget bahkan di siang bolong. Aku, Kakak dan Ibuku sering dimarahi karena meletakkan barang terlalu keras, padahal sebenarnya nenekku ini indra pendengarannya ‘sudah menua’ bahkan saat  diajak bicara-pun harus keras sehingga tetangga-tetangga yang mendengar percakapan kami mungkin mengira kami ini jahat dan kasar pada nenek.

            Suatu hari, nenekku tiba-tiba meminta pindah kamar, dan membuat kami bingung, pasalnya Bapak sedang pergi ke luar kota dan biasanya yang bisa menangani hal-hal menakutkan ini hanya Bapak. Kamar nenekku sendiri 3/2 kali lipat besarnya daripada kamar tidur kami dan ada di sebelah kamar Ibu.

“Ojok ganggu-ganggu aku talah, wong awan-awan kok sek ngetok! Aku iku wes kesel!1” Nenekku menangis.

“Ada apa mbah?” Tanya Kakakku.

“La awan-awan ilo ngene iki aku ketok enek Pramusa yo ngusungi barang-barang ngono mbek mbangun jembatan, omah-omah cilik.2” Nenek sambil menunjuk tembok-tembok kamarnya yang tidak ada apa-apanya membuatku dan Kakakku bergidik.

“Bu, Mbah lo…” Aku mengadu pada ibu dengan muka ketakutan.

“Pramusa nopo e Mbah?3” Tanya Ibuku.

“Iku lo sing jaman biyen kerjo nggak dibayar.4

“Oo Romusha niku Mbah.5

“Aku wes kesel, aku tak pindah ndek kamar e arek-arek ae, la kasurku diobah-obah lek bengi ngantek nggak iso turu!6” Kata Nenek dengan jengkel.

“Jenengan pindah ten kamar kulo mawon.7” Kata Ibu.

            Malam ini pun Nenek dan Ibuku pindah kamar. Aku tidak khawatir karena ibuku adalah orang yang taat beribadah, seperti dzikirnya banyak, membaca Al-Quran setiap selesai sholat wajib dan sunnahdan lain-lain. Saat tengah malam, aku masih terjaga karena berhubung paketanku adalah paket malam. Tiba-tiba aku mendengar ibuku mengigau dengan sangat keras, aku lalu membangunkannya dan mengajak ibuku tidur di kamarku. Setelah puas berselancar di dunia internet aku tidur.

            Besok paginya, seperti biasa setelah bersih-bersih badan aku memasak sedangkan kakakku melakukan pekerjaan yang paling kubenci, cuci piring.

“Eh beneran ternyata, kemari kasur yang di Mbah goncang-goncang sendiri sama kayak keangkat gitu.” Kata Ibuku.

“Ibu jangan nakut-nakutin deh…” Jawab Kakakku.

“Heem, eh kok aduh aku mau ke WC dulu deh tiba-tiba pingin buang hajat.” Aku menuju ke WC sambil berlari.

“Hus perempuan kok ngomongnya gitu!” Teriak Ibu dari jauh.

“Ehehe” Aku berhenti di depan WC karena ada suara menyiram air.

“Yah didului Mbah…” Aku pun kembali ke dapur, sambil menahan-nahan.

“Loh Ibu mana Mbak?”

“Lagi ngaji di kamarnya Mbah.”

“Oo, kira-kira beneran nggak sih kata Ibu? Kalau menurut Mbak gimana?”

“Aku sering ketiduran di kamarnya Mbah soalnya sinyalnya lancar disitu, tapi aku tahunya disitu banyak tikusnya.” Jawab Kakakku acuh. Hmm Tikus. Kasur terangkat dan berguncang. Kalau dihubungkan berarti kasur itu ternagkatdan berguncang bukan gara-gara hantu tapi tikus!

            Aku lalu berlari ke kamar Mbah ingin membeberkan fakta, biar kayak detektif-detektif yang sering kubaca di novel dan komik.

“Bu sekarang aku tahu penyebabnya kasur ini terguncang dan terangkat.” Sambil berpose sok pintar.

“Tikus kan?” Jawab Ibuku yang langsung menghilangkan kepercayaan diriku.

“Loh kok bisa tahu Bu?”

“Tadi waktu mbaca Al-Quran di kursi samping kasur, kasurnya sudah guncang-guncang dan hampir terangkat, waktu ibu deketin ternyata tikus dan langsung kabur.”

“Yah… Mm Bu, Bapak sudah pulang belum, kalau sudah pasti bakal terpingkal-pingkal tahu cerita ini.”

“Belum, katanya masih nanti sore.”

“Oo”

            Kami lalu melihat nenek yang terbaring nyenyak dikasur Ibu.

“Akhirnya bisa tidur nyenyak.” Kata Ibu. “Sampai jam sepuluh pagi belum bangun lo… Kalau kalian pasti sudah dimarahi.”

“Hahaha.” Aku dan Kakakku tertawa, lalu aku diam.



1Aku jangan diganggu dong, siang-siang kok menampakan! Aku itu sudah capek!

2La siang-siang gini lo kok aku dikelihatin Pramusa mbawa barang-barang buat membangun jembatan sama rumah-rumah kecil.

3Pramusa apa Mbah?

4Itu lo yang zaman dahulu kerja nggak dibayar.

5Oo Romusha itu Mbah.

6Aku sudah capek, aku pindah ke kamarnya anak-anak saja, la kasurku diguncang-guncang kalau malam sampai nggak bisa tidur!

7Anda pindah ke kamar saya saja.



Komentar

  1. Answer Riddle 8:
    Nenek kan terbaring nyenyak di kasur ibu, jadi siapa dong yang di kamar mandi, sedangkan jumlah orang di rumah hanya empat...👻

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Resensi Buku "Things Left Behind (Hal-Hal yang Kita Pelajari dari Mereka yang Telah Tiada)"