Resensi Novel "Inkheart (Tintenherz)"

Oleh: Fin

Setelah membeli novel Dollagoot dan 2 buku karangan Luis Sepulveda, saya ketagihan membeli buku lagi dan tiba-tiba teringat salah satu film yang saya tonton kelas 1 SD dulu (kalau tidak salah) di Global TV yang berjudul Inkheart (di memori saya film itu bagus, dan biasanya dibalik film yang bagus novelnya jauh lebih bagus seperti Harry Potter). Saya pun KEPO dan mencoba mencari di aplikasi iPusnas apakah novel tersebut tersedia, dan ternyata kebetulan tidak ada😊. Akhirnya saya menemukan novel Inkheart (namun preloved, karena sudah tidak cetak ulang) di salah satu marketplace, dan jengjeng akhirnya saya beli:v. Baik, langsung saja kita cek resensinya…




1 Identitas

Judul: Inkheart (Tintenherz)

Penulis: Cornelia Funke

Penerjemah: Dinyah Latuconsina

Jumlah Halaman: 563 halaman

Ukuran: 15,1 x 23 cm

Penerbit: Gramedia Pustaka Utama

Tahun Terbit: 2009

2 Sinopsis

Sembilan tahun yang lalu, Mortimer tidak sengaja mengeluarkan berbagai tokoh jahat dan digantikan dengan terserapnya Resa, ibu Meggie ke dalam buku Tintenherz. Capricorn dan Basta, dua tokoh jahat dari buku tersebut lantas memburu Mortimer dan memintanya  mengeluarkan harta-harta dari berbagai buku untuk membiayai kejahatan di dunia ini dan memunculkan lebih banyak tokoh jahat dari buku Tintenherz, termasuk Sang Bayangan, monster menakutkan yang tidak bisa mati dan hanya tunduk pada perintah Capricorn. Masalah semakin rumit karena Meggie ternyata memiliki kemampuan yang sama dengan Mortimer, Si Lidah Ajaib.

3 Kepengarangan

Cornelia Funke salah satu penulis buku anak dan remaja paling terkenal di Jerman. Ia mulai menulis setelah mendapat gelar sarjana keguruan sekaligus menyelesaikan pendidikan di bidang grafis. Ia menulis teks untuk buku anak bergambar, buku khusus untuk dibacakan, buku untuk anak usia dini dan untuk mereka yang terbiasa membaca cepat serta banyak. Sebagian besar bukunya dihiasi ilustrasi-ilustrasi buatannya sendiri. Buku-buku Cornelia Funke banyak mendapat penghargaan dan menjadi karya laris internasional, misalnya Herr der Diebe (Pangeran Pencuri) yang telah diterjemahkan ke lebih dari dua puluh bahasa dan difilmkan. Buku Tintenherz ini juga difilmkan dengan judul Inkheart dan dibintangi Brendan Fraser dan Helen Mirren.

4 Kelebihan

            Novel bertema fantasi ini memiliki alur maju dan cocok dibaca untuk remaja.  Latar tempat, waktu dan suasana digambarkan dengan jelas, bahkan penokohannya pun seakan-akan kita sudah mengenal lama sosok tersebut. Menurut saya buku ini merupakan definisi dari ‘cantik’ sesungguhnya, baik dari cover maupun cara pendeskripsiannya. Selain itu, saya juga suka kutipan-kutipan di awal bab yang tindak sebagai ‘spoiler’ isi bab tersebut dan ilustrasi buatan Cornelia Funke juga kadang ditampilkan di akhir tiap babnya.


5 Kekurangan

            Mungkin bagi penyuka cerita dengan konflik yang kompleks, novel ini kurang cocok karena penulis menyajikan konflik sedikit demi sedikit secara berkelanjutan dan endingnya pun dapat ditebak. Selain itu, karena buku ini terbitan tahun 2009, kertas yang digunakan berwarna agak abu-abu seperti foto berikut, walaupun begitu masih tidak mengurangi kenyamanan membaca dan risiko kekuningannya pun jadi lebih sedikit dibandingkan bookpaper.


 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Resensi Buku "Things Left Behind (Hal-Hal yang Kita Pelajari dari Mereka yang Telah Tiada)"